m review : nightmare on elm street dreams warrior
one of my favourite horror movie. secara logika jelas fred krueger lebih ‘mungkin terjadi’ ketimbang jason yang tampak manusiawi -bukan hantuwi- tapi dibunuh gak mati-mati. di sekuel kedua yang juga berarti film ketiga nightmare on elm street ini dijelaskan lebih jauh masa lalu fred krueger, lebih jauh dari sekedar ia adalah pembunuh anak-anak semasa hidupnya. cukup terjawab juga kenapa dia gak mati-mati juga selama ini [selain karena cara munculnya yang lewat mimpi sebagai alasan ia susah dibasmi] [dan sayangnya penjelasan itu jadi gak berarti kemballi di akhir cerita. biasalah film horror].
dream warriors membuat suatu lompatan logika yang lebih jauh, maksudnya semakin masuk akal. fenomena mimpi buruk anak berusaha dijelaskan secara ilmiah. entah orang tua yang males ngurusin anaknya atau memang khawatir beneran sehingga anak-anak tersebut dirawat di sanctuary. dua konflik umum dalam film ; generation gap dimana orang tua tidak percaya pada ucapan anaknya dan si anak juga agak bermasalah yang membuat mereka jadi kurang mudah dipercaya, dan pertempuran dunia ilmiah versus mistik yang belum berkesudahan. walaupun tampak klise, tapi kedua hal itu memang supporter utama tema film ini. penampakkan freddy,seperti biasa, keren. penggunaan special effect yang lebih baik daripada film-film sebelumnya [jangan bandingkan efek tahun 80an dengan 90an] semakin membuatnya menarik. i like the scene ketika tiba-tiba ada sepeda roda tiga berjejak darah di roda-rodanya masuk ke kamar si anak tokoh utama. perpindahan antara realitas dan mimpi sengaja dibuat kabur, agar penonton juga dapat melihat sebagaimana anak-anak tersebut melihat. pas ngantuk, kadang-kadang kita juga nggak menyadari transisi tersebut kan. dan sebagaimana mimpi semua hal bisa terjadi dan,jika memungkinkan, bisa dikontrol. thats why they are called dream warriors, the warriors inside their dream to survive their life.
mengenai karakter, secara umum porsi setiap orang hampir cukup besar, dalam artian cukup berperan dalam pengguliran cerita berikutnya. tapi sebenarnya tetap masih ada tokoh utama, yang entah kenapa diberitahukan secara agak eksplisit dalam filmnya sendiri lewat dialog. perbedaan si tokoh utama dengan tokoh yang lain hanya sebatas skill, bukan sejauh mana ia mengendalikan cerita atau ia sebagai center of attention [they're sharing dream, anyway], selain bahwa dia adalah seorang survivor sampai kata the end. sayangnya, tetap banyak jatuh korban yang agak sia-sia. memang butuh satu-dua korban pada awal cerita untuk memberikan ilustrasi pada penonton mengenai bagaimana kejadian terjadi [egois sekali xp], tapi pada saat klimaks adalah menyebalkan untuk melihat korban masih jatuh. dalam hal ini si sutradara tidak berbeda dari fred krueger, pembunuh anak-anak tidak bersalah.
well this movie quite interesting. sukses menyampaikan hal-hal yang ingin disampaikan. salah satu film horror yang tidak sekedar bertujuan agar penonton takut, tapi juga dapat dikaji. contohnya secara ilmiah : mimpi hasil kerja syaraf otak, atau secara psikonalisis. freud yakin mimpi adalah jendela pikiran bawah sadar. bisa dibahas dari sana, tapi ini kolom review bukan kajian ilmiah. hahah. bagi yang berminat silakan membahas di comment.
eh iya. opening film ini sebuah quote :
"Sleep
Those little slices of Death
How i loathe it"
Edgar Allan Poe! i adore his writings a lot. wew. what a match, the quote, the movie, and my taste.
a good-to-watch movie
rating four out of five [pertimbangkan era pembuatannya, tentu]
August 19th, 2007 at 11:21 am
Dagu dagu !!
(baca:Chin chin !!)
gw mau tuh nonton filmnya.dasar aja gw pgn bgt tapi ga ada niatan nyari..gw pinjeeeeem!hehehe
August 23rd, 2007 at 6:40 am
tulisannya kecil, mata gue juling…
Ciiiiiiiiiiiiin!!!
rindu!
August 24th, 2007 at 6:56 pm
lingga:
gw nonton di hbo. kayaknya emang susah nyari di rental deh
hana:
buset, bukannya jaringan2 manusia lebih kecil2 lagi ya? kekekekek….
August 25th, 2007 at 9:57 pm
ada kok di rental sini.tapi waktu kecil gw jarang nonton,aq takut..heuehu
gada yang bisa ngalahin kuntilanak..soalnya ratu felisha ngekspos disitu
August 28th, 2007 at 10:59 am
Mal:
ratu felisha lebih malesin daripada kuntilanak-nya,dimana2 kuntilanak takut ma yg telanjang..ni ratu felisha malah doyan bugil-bugilan…
Cini:
gw numpang comment.hehehe…lu knapa ga skalian aja bikin chat room??!haha